Posted on: Desember 9, 2023 Posted by: laparisofficial Comments: 1
Phantosmia. Ketika Mencium Aroma yang Tidak Ada

Phantosmia. Ketika Mencium Aroma yang Tidak Ada. Phantosmia, juga dikenal sebagai olfactory hallucination atau phantom odor, adalah kondisi ketika seseorang mencium aroma yang tidak ada. Aroma yang dirasakan dapat berupa bau yang menyenangkan atau tidak menyenangkan, dan dapat berasal dari satu atau kedua lubang hidung.

Sebelumnya kita Membahas HILANGNYA KEMAMPUAN MENCIUM BAU. MUNGKIN KARENA ANOSMIA? Sekarang kita akan membahas Phantosmia.

phantosmia ini sebenarnya adalah suatu gejala yang bisa dikategorikan sebagai halusinasi penciuman. Bayangin, kalian bisa mencium sesuatu yang nggak ada di sekitar, Menurut penelitian, sekitar 65% orang yang terinfeksi virus corona bisa kehilangan indera penciuman mereka sementara waktu, yang disebut sebagai anosmia. dari jumlah itu, setidaknya 10% dari mereka bisa mengalami phantosmia, di mana mereka mencium aroma yang nggak ada,

Faktor Penyebap Phantosmia

Lalu, mengapa seseorang bisa mengalami phantosmia? Salah satu penjelasannya adalah karena saraf yang berfungsi menghilangkan bau-bauan dalam otaknya sudah tidak aktif. Sehingga mereka terus-menerus mencium bau-bau yang sebenarnya sudah nggak ada di sekitarnya. Namun, ada beberapa terapi yang bisa mengurangi gejalanya, meskipun nggak menjamin kesembuhan total

Penyebab phantosmia tidak sepenuhnya dipahami, tetapi ada beberapa kemungkinan faktor yang terlibat, termasuk:

  • Infeksi sinus. Infeksi sinus dapat menyebabkan peradangan pada saraf yang menghubungkan hidung ke otak, yang dapat menyebabkan bau yang tidak ada.
  • Trauma kepala. Trauma kepala dapat merusak saraf yang sama, yang juga dapat menyebabkan phantosmia.
  • Perubahan hormon. Perubahan hormon, seperti yang terjadi selama menopause, dapat mengganggu fungsi olfaktori dan menyebabkan phantosmia.
  • Gangguan neurologis. Gangguan neurologis, seperti epilepsi atau tumor otak, dapat menyebabkan phantosmia.
  • Konsumsi obat. Beberapa obat, seperti kemoterapi dan obat antikejang, dapat menyebabkan phantosmia.
  • Bahan kimia. Paparan bahan kimia tertentu, seperti asap rokok atau bahan kimia industri, dapat menyebabkan phantosmia.

Cara Mengobati Phantosmia, Ketika Mencium Aroma yang Tidak Ada

Dalam kasus phantosmia kronis, tidak ada pengobatan yang pasti. Namun, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu mengelola kondisi tersebut, seperti:

  • Hindari pemicu. Jika Anda dapat mengidentifikasi pemicu phantosmia Anda, hindari pemicu tersebut sebisa mungkin. Misalnya, jika bau busuk memicu phantosmia Anda, hindari berada di dekat tempat sampah atau di sekitar bahan kimia.
  • Gunakan masker. Masker dapat membantu melindungi hidung Anda dari pemicu.
  • Gunakan penyegar udara. Penyegar udara dapat membantu menghilangkan bau yang tidak menyenangkan.
  • Berlatih relaksasi. Relaksasi dapat membantu mengurangi stres, yang dapat memperburuk phantosmia.

Jika phantosmia Anda parah atau mengganggu kehidupan Anda sehari-hari, Anda mungkin perlu menemui ahli terapi perilaku kognitif (CBT) untuk mempelajari teknik-teknik untuk mengelola stres dan kecemasan.

Jadi, buat kalian yang pernah mengalami phantosmia, nggak usah panik dulu, Meskipun belum ada obat yang bisa menyembuhkan secara langsung, tapi masih ada terapi yang bisa membantu mengurangi gejalanya. Semoga dengan adanya penelitian dan perkembangan ilmu pengetahuan, suatu hari nanti bisa menemukan cara yang lebih efektif untuk mengatasi phantosmia ini.

1 people reacted on this

Leave a Comment